# Jenis Charter Kapal: Time, Voyage, Bareboat & Cara Memilih

> Panduan charter kapal: beda time, voyage, bareboat, spot, berbasis proyek, dan kontrak jangka panjang, plus kapan memakai tugboat, tug & barge, SPOB, kapal curah.

URL: https://avenix.id/artikel/jenis-charter-kapal-time-voyage-bareboat
Diterbitkan: 2026-10-21 · Penulis: Tim Avenix

**Jenis charter kapal ditentukan oleh dua hal: siapa yang mengatur kapal, dan siapa yang menanggung biaya operasinya.** Pada **time charter**, penyewa memakai kapal beserta kru untuk jangka waktu tertentu. Pada **voyage charter**, penyewa membayar ongkos angkut untuk satu perjalanan. Pada **bareboat charter**, penyewa mengambil alih kapal tanpa kru. Spot, berbasis proyek, dan kontrak jangka panjang adalah pengaturan komersial yang dibangun di atas bentuk-bentuk dasar ini.

Panduan ini ditulis untuk pemilik proyek, perusahaan logistik, dan operator offshore. Isinya: penjelasan tiap jenis charter, tabel perbandingan, jenis kapal yang umum disewa di perairan Indonesia, dan daftar data yang perlu disiapkan sebelum meminta penawaran.

## Istilah dasar

- **Pemilik kapal (*owner*)**: pihak yang memiliki atau menguasai kapal dan menyewakannya.
- **Penyewa (*charterer*)**: pihak yang menyewa kapal.
- **Charter party**: kontrak charter antara pemilik dan penyewa.
- **Hire**: uang sewa kapal per hari atau per periode (time dan bareboat charter).
- **Freight**: ongkos angkut per ton atau lumsum untuk satu perjalanan (voyage charter).
- **Laycan**: rentang tanggal kapal harus siap di pelabuhan muat.
- **Laytime dan demurrage**: waktu yang diizinkan untuk bongkar muat, dan kompensasi bila waktu itu terlampaui.

## Time charter

Kapal disewa untuk **jangka waktu tertentu**, misalnya beberapa minggu atau bulan.

- **Kru**: disediakan pemilik kapal.
- **Biaya**: pemilik menanggung biaya kapal dan kru. Penyewa umumnya membayar **BBM, biaya pelabuhan**, dan biaya yang terkait dengan muatan.
- **Pembayaran**: hire per hari atau per periode, biasanya dibayar di muka sesuai kontrak.
- **Kendali**: penyewa mengatur ke mana kapal pergi dan apa yang diangkut, dalam batas kontrak.
- **Pemakaian umum**: kebutuhan kapal berulang dalam satu periode, misalnya tugboat untuk dukungan proyek atau pengangkutan rutin.

Kontrak time charter biasanya memuat klausul **off-hire**. Bila kapal tidak dapat bekerja karena kerusakan atau kekurangan kru dari pihak pemilik, hire dapat terhenti untuk waktu tersebut.

## Voyage charter

Kapal disewa untuk **satu perjalanan** dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar.

- **Kru**: disediakan pemilik kapal.
- **Biaya**: pemilik umumnya menanggung BBM, biaya kapal, dan biaya pelabuhan. Pembagian biaya bongkar muat mengikuti ketentuan kontrak.
- **Pembayaran**: freight per ton muatan atau lumsum.
- **Waktu**: laytime disepakati di kontrak. Bila terlampaui, penyewa membayar **demurrage**.
- **Pemakaian umum**: pengiriman muatan sekali jalan, misalnya material proyek atau muatan curah.

Voyage charter cocok bila Anda hanya ingin muatan sampai, tanpa mengatur operasi kapal.

## Bareboat (demise) charter

Kapal disewa **tanpa kru**. Penyewa mengambil alih penguasaan dan operasi kapal selama masa sewa.

- **Kru**: disediakan penyewa.
- **Biaya**: penyewa menanggung hampir semua biaya operasi, termasuk BBM, perawatan, dan biaya pelabuhan. Pembagian asuransi dan perbaikan besar mengikuti kontrak.
- **Pembayaran**: hire per periode.
- **Pemakaian umum**: perusahaan pelayaran atau operator yang sudah punya kru, manajemen teknis, dan izin untuk mengoperasikan kapal.

Bareboat charter memberi kendali paling besar, tetapi juga tanggung jawab paling besar.

## Spot charter

Spot charter bukan bentuk hukum tersendiri. Istilah ini dipakai untuk **charter jangka pendek dengan pemesanan mendadak**, berdasarkan ketersediaan kapal dan kondisi pasar saat itu. Bentuk kontraknya biasanya voyage charter atau time charter singkat. Cocok untuk kebutuhan mendesak atau muatan sekali kirim.

## Charter berbasis proyek

Kapal disiapkan untuk **lingkup dan durasi satu proyek**, misalnya konstruksi kelautan, pekerjaan offshore, atau mobilisasi alat. Bentuk kontraknya sering time charter selama masa proyek, kadang dengan beberapa kapal sekaligus. Spesifikasi kapal, rute, dan jadwal disesuaikan dengan rencana kerja proyek.

## Kontrak jangka panjang

Untuk kebutuhan yang berulang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, charter dapat dibuat sebagai **kontrak jangka panjang**. Bentuk yang umum:

- **Period time charter**: satu kapal tertentu disewa dengan sistem time charter untuk periode panjang.
- **Contract of affreightment (COA)**: pemilik kapal berkomitmen mengangkut **jumlah muatan tertentu** dalam beberapa pengapalan selama periode yang disepakati. Pemilik memilih kapal yang dipakai, dan freight dibayar per ton. COA mengikat volume muatan, bukan satu kapal tertentu.

Kontrak jangka panjang membantu kepastian ketersediaan kapal dan perencanaan biaya.

## Tabel perbandingan

| Jenis | Kru | BBM & biaya pelabuhan | Pembayaran | Pemakaian umum |
|---|---|---|---|---|
| **Time charter** | Pemilik | Penyewa | Hire per hari/periode | Kebutuhan berulang dalam satu periode |
| **Voyage charter** | Pemilik | Pemilik (umumnya) | Freight per ton/lumsum | Satu perjalanan muatan |
| **Bareboat charter** | Penyewa | Penyewa | Hire per periode | Penyewa yang mampu mengoperasikan kapal |
| **Spot charter** | Pemilik | Sesuai bentuk kontrak | Sesuai bentuk kontrak | Kebutuhan mendesak, sekali kirim |
| **Berbasis proyek** | Umumnya pemilik | Sesuai kontrak | Umumnya hire | Konstruksi kelautan, offshore, mobilisasi alat |
| **Kontrak jangka panjang** | Umumnya pemilik | Sesuai bentuk kontrak | Hire atau freight per ton | Volume rutin berbulan-bulan |

Pembagian biaya pada tabel adalah pola umum. Ketentuan yang berlaku selalu yang tertulis di charter party.

## Jenis kapal yang umum disewa di perairan Indonesia

Untuk angkutan laut domestik antarpelabuhan di Indonesia, berlaku asas **cabotage**: pada umumnya wajib memakai kapal berbendera Indonesia. Pastikan hal ini sejak awal perencanaan.

### Tugboat

Kapal kecil bermesin kuat untuk **menarik dan mendorong**. Dipakai untuk menarik tongkang, membantu kapal sandar, memindahkan struktur terapung, dan mendukung pekerjaan konstruksi kelautan. Biasanya disewa dengan time charter atau charter berbasis proyek.

### Set tug & barge

Tongkang tanpa mesin yang **ditarik tugboat**. Geladaknya luas dan rata. Cocok untuk muatan curah kering seperti batu bara, pasir, batu, dan agregat, serta alat berat dan muatan proyek. Fleksibel untuk perairan dangkal dan lokasi tanpa dermaga besar. Dapat disewa per perjalanan (voyage) maupun per periode.

### SPOB (self-propelled oil barge)

Tongkang **bermesin sendiri** dengan tangki muatan untuk **BBM**. Dipakai untuk distribusi BBM ke kapal, depo di pulau, lokasi tambang, atau proyek di pesisir. Karena memuat bahan bakar, perhatikan jenis BBM, volume, dan prosedur keselamatan transfer.

### Kapal curah (bulk vessel)

Kapal bermesin dengan palka untuk **muatan curah dalam jumlah besar**. Cocok untuk pengiriman volume besar antarpelabuhan dengan fasilitas bongkar muat yang memadai. Umumnya disewa dengan voyage charter atau kontrak jangka panjang.

| Kebutuhan | Kapal yang umum dipakai |
|---|---|
| Menarik, menyandarkan, memosisikan | Tugboat |
| Batu bara, agregat, alat berat, muatan proyek | Set tug & barge |
| Distribusi BBM | SPOB |
| Muatan curah volume besar antarpelabuhan | Kapal curah |

## Checklist sebelum meminta charter

Siapkan data berikut agar penawaran cepat dan akurat:

1. **Muatan**: jenis (curah, BBM, alat berat, material), jumlah atau berat, dan dimensi bila muatan proyek.
2. **Rute dan pelabuhan**: pelabuhan atau lokasi muat dan bongkar, termasuk anchorage atau lokasi offshore.
3. **Laycan atau tanggal**: rentang tanggal kapal harus siap.
4. **Durasi**: satu perjalanan, beberapa minggu, atau periode proyek.
5. **Jenis charter yang diinginkan**: time, voyage, bareboat, spot, berbasis proyek, atau jangka panjang. Bila belum yakin, jelaskan kebutuhannya.
6. **Kebutuhan khusus**: kedalaman air di lokasi, fasilitas bongkar muat, pengamanan muatan, atau kebutuhan dukungan offshore.
7. **Dokumen**: data perusahaan, dokumen muatan, dan izin atau persyaratan proyek yang berlaku.

## Bagaimana BSJ membantu

[Avenix Basuja Marine (BSJ)](/marine/charter) mengatur sewa dan charter kapal melalui **jaringan pemilik kapal, operator, dan mitra maritim**. Jenis kapal yang dapat diatur: **tugboat, tongkang atau set tug & barge, kapal curah, dan SPOB**. Opsi charter: **time, voyage, bareboat, spot, berbasis proyek, dan kontrak jangka panjang**.

BSJ berbasis di **Batam**, dengan jaringan di **Jakarta** dan **Surabaya**. Kirim kebutuhan Anda lewat [formulir permintaan charter](/marine/charter#request). Pesan terformat langsung terbuka di WhatsApp.