# Panduan Memilih Sepatu Safety: S1, S1P, S3 & Standar EN ISO 20345

> Arti kode S1, S1P, S2, S3 dan simbol SRC, HRO, WR pada sepatu safety EN ISO 20345, plus cara memilih sesuai area kerja di proyek, pabrik, dan galangan.

URL: https://avenix.id/artikel/panduan-memilih-sepatu-safety-en-iso-20345
Diterbitkan: 2026-10-10 · Penulis: Tim Avenix

**Sepatu safety yang tepat ditentukan oleh kode perlindungan pada labelnya.** Standar internasional EN ISO 20345 mewajibkan pelindung jari yang tahan benturan 200 joule dan tekanan 15 kN. Di atas syarat dasar itu, kode **S1** cocok untuk area kering, **S1P** menambah pelindung tusukan pada sol, dan **S3** menambah ketahanan air serta sol bergerigi untuk proyek konstruksi dan area basah.

Panduan ini menjelaskan arti setiap kode, simbol tambahan yang sering muncul pada label, dan cara mencocokkan sepatu dengan area kerja di proyek, pabrik, gudang, maupun galangan kapal.

## Apa itu standar EN ISO 20345?

EN ISO 20345 adalah standar internasional untuk **sepatu safety** (*safety footwear*), yaitu sepatu yang dilengkapi pelindung jari (*toecap*) untuk melindungi kaki dari benturan dan himpitan. Edisi yang berlaku saat ini adalah **EN ISO 20345:2022**, yang menggantikan edisi 2011. Banyak sepatu di pasaran masih berlabel edisi 2011, dan keduanya masih sering dijumpai di lapangan.

Syarat dasar semua sepatu safety menurut standar ini:

- Pelindung jari tahan **benturan 200 J** dan **tekanan 15 kN**.
- Sol tahan slip pada uji dasar.
- Bahan dan konstruksi memenuhi persyaratan ergonomi dan ketahanan.

Ada dua standar lain dalam keluarga yang sama yang perlu dibedakan:

| Standar | Jenis sepatu | Perlindungan jari |
|---|---|---|
| EN ISO 20345 | Sepatu safety | Benturan 200 J |
| EN ISO 20346 | Sepatu pelindung (*protective*) | Benturan 100 J |
| EN ISO 20347 | Sepatu kerja (*occupational*) | Tanpa pelindung jari |

Untuk area kerja dengan risiko benda jatuh atau terlindas, yang dibutuhkan adalah sepatu dengan kode **S** di bawah EN ISO 20345.

## Arti kode SB, S1, S1P, S2, dan S3

Kode kategori menunjukkan kombinasi perlindungan yang dimiliki sepatu. Setiap kode di atas SB sudah mencakup semua fitur kode sebelumnya.

| Kode | Perlindungan | Cocok untuk |
|---|---|---|
| **SB** | Syarat dasar: pelindung jari 200 J | Area kering dengan risiko rendah |
| **S1** | SB + bagian tumit tertutup, antistatis, penyerapan energi di tumit | Pabrik, gudang, dan area kering di dalam ruangan |
| **S1P** | S1 + pelindung tusukan pada sol | Gudang dan workshop dengan risiko paku atau serpihan logam |
| **S2** | S1 + bagian atas tahan penetrasi dan penyerapan air | Area lembap tanpa risiko tusukan |
| **S3** | S2 + pelindung tusukan + sol bergerigi (*cleated*) | Proyek konstruksi, galangan, area luar ruangan dan basah |

Untuk sepatu bot karet atau polimer yang dibuat tanpa jahitan, standar menggunakan kode **S4** dan **S5**. S5 setara dengan S4 ditambah pelindung tusukan dan sol bergerigi, sehingga sering dipakai di area yang sangat basah.

### Perubahan pada edisi 2022

Edisi 2022 membedakan jenis pelindung tusukan:

- **P**: pelindung tusukan dari logam, diuji dengan paku berdiameter 4,5 mm.
- **PL**: pelindung non-logam, diuji dengan paku 4,5 mm.
- **PS**: pelindung non-logam, diuji dengan paku yang lebih kecil, 3,0 mm.

Karena itu, label sepatu baru dapat bertuliskan **S1PS**, **S1PL**, **S3S**, atau **S3L**. Pelindung non-logam lebih ringan dan tidak menghantarkan dingin atau panas, sedangkan pelindung logam umumnya memberikan ketahanan tusukan yang lebih konsisten terhadap benda tajam berukuran kecil.

## Simbol tambahan yang sering muncul

Selain kode kategori, label sepatu dapat mencantumkan simbol perlindungan tambahan:

| Simbol | Arti |
|---|---|
| **SRC** | Tahan slip pada lantai keramik dan baja (penandaan edisi 2011) |
| **SR** | Tahan slip tambahan pada lantai keramik dengan gliserin (edisi 2022) |
| **HRO** | Sol tahan kontak panas hingga 300 °C |
| **HI** | Insulasi panas |
| **CI** | Insulasi dingin |
| **WR** | Seluruh sepatu tahan air |
| **M** | Pelindung tulang punggung kaki (metatarsal) |
| **A** | Antistatis |
| **C** | Konduktif |
| **E** | Penyerapan energi di bagian tumit |
| **FO** | Sol tahan bahan bakar minyak |

Simbol seperti HRO penting untuk pekerja las dan area dengan permukaan panas, sedangkan SR atau SRC relevan untuk lantai berminyak di workshop dan dek kapal.

## Cara memilih sepatu safety sesuai area kerja

### 1. Identifikasi bahaya

Mulailah dari penilaian risiko pekerjaan. Pertanyaan yang perlu dijawab:

- Apakah ada risiko benda jatuh atau terlindas? Jika ya, sepatu harus berkode S.
- Apakah ada paku, serpihan logam, atau benda tajam di lantai? Pilih S1P atau S3.
- Apakah area kerja basah, berlumpur, atau di luar ruangan? Pilih S3 atau S5.
- Apakah lantai licin karena minyak atau air? Periksa simbol SR atau SRC.
- Apakah ada percikan las atau permukaan panas? Pilih sol dengan simbol HRO.

### 2. Cocokkan dengan jenis pekerjaan

| Area kerja | Rekomendasi minimum |
|---|---|
| Proyek konstruksi dan pekerjaan sipil | S3 dengan sol bergerigi |
| Galangan kapal dan pekerjaan las | S3 + HRO, sol tahan slip |
| Pabrik elektronik dan lini perakitan | S1 atau S1P, pertimbangkan antistatis atau ESD |
| Gudang dan logistik | S1P |
| Workshop fabrikasi | S1P atau S3 + HRO |
| Area sangat basah atau berlumpur | Sepatu bot S5 |

### 3. Pastikan ukuran dan kenyamanan

Sepatu safety dipakai 8 jam atau lebih per hari. Ukuran yang salah membuat pekerja enggan memakainya. Perhatikan beberapa hal berikut:

- Coba sepatu pada sore hari, saat kaki sedikit membesar, dengan kaus kaki kerja.
- Ujung jari tidak boleh menekan pelindung jari.
- Model setinggi mata kaki memberikan dukungan lebih di medan tidak rata.
- Pertimbangkan berat sepatu. Pelindung jari komposit dan pelindung tusukan non-logam membuat sepatu lebih ringan.

### 4. Baca label dengan teliti

Label sepatu safety biasanya terdapat di lidah sepatu atau bagian dalam. Label memuat nomor standar dan edisinya, kode kategori, simbol tambahan, ukuran, serta identitas produsen. Jika label tidak mencantumkan standar, minta dokumen sertifikasi dari pemasok.

## Sepatu safety dan regulasi K3 di Indonesia

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi **No. PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri** memasukkan **pelindung kaki** sebagai salah satu jenis APD. Pengusaha wajib menyediakan APD bagi pekerja di tempat kerja sesuai dengan potensi bahaya yang ada. APD yang disediakan harus sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar yang berlaku, sehingga sepatu berstandar EN ISO 20345 umumnya diterima di proyek-proyek industri. Persyaratan spesifik di lokasi Anda tetap mengacu pada kebijakan K3 perusahaan dan pemilik proyek.

## Perawatan dan kapan harus mengganti

Sepatu safety memiliki umur pakai. Segera ganti bila:

- Pelindung jari pernah terkena benturan atau tekanan berat, meski tidak terlihat rusak.
- Sol aus hingga pola gerigi hilang, retak, atau terlepas.
- Bagian atas robek sehingga pelindung jari terlihat.
- Pelindung tusukan tertembus benda tajam.

Bersihkan sepatu dari lumpur dan bahan kimia secara rutin, keringkan di tempat teduh (bukan di dekat sumber panas), dan simpan di tempat berventilasi.

## Kesimpulan

Untuk sebagian besar proyek konstruksi dan galangan kapal di Batam dan Bintan, **S3** adalah pilihan aman karena menggabungkan pelindung jari, pelindung tusukan, ketahanan air, dan sol bergerigi. Area dalam ruangan yang kering, seperti gudang dan pabrik, umumnya cukup dengan **S1P**. Tambahkan simbol **HRO** untuk pekerjaan las dan **SR/SRC** untuk lantai licin.

Avenix menyediakan sepatu safety dari beberapa merek, antara lain King's by Honeywell dan Safety Jogger, untuk kebutuhan proyek dan industri di Batam dan Bintan. Lihat pilihan di halaman [sepatu safety](/produk/alat-pelindung-diri/sepatu-safety) atau kirim daftar kebutuhan, ukuran, dan jumlah melalui [Minta Penawaran](/minta-penawaran). Tim kami akan membantu mencocokkan kode perlindungan dengan area kerja Anda.