Lewati ke konten
BBM kapalbunkeringHSDMGOVLSFOPertadexIMO 2020

Jenis BBM Kapal: Perbandingan HSD, MGO, Pertadex & VLSFO

Panduan BBM kapal di perairan Indonesia: HSD dan kadar B, MGO bebas FAME, Pertadex, VLSFO dan MDO, aturan sulfur IMO 2020, metode bunkering, dan data permintaan.

Tim Avenix
· 6 menit baca

Foto udara kapal tanker sandar di jetty terminal BBM di samping deretan tangki timbun dan jalur pipaIlustrasi

Ringkasan

Kapal di perairan Indonesia umumnya memakai BBM distilat (HSD, MGO, MDO, Pertadex) atau VLSFO berbasis residu. HSD adalah solar untuk kendaraan dan industri, dijual dengan kadar biodiesel seperti B0 atau B40. MGO adalah BBM distilat khusus kapal; MGO bebas FAME cocok untuk mesin dan tangki yang perlu menghindari biodiesel. VLSFO adalah BBM berbasis residu dengan sulfur maksimal 0,50% sesuai IMO 2020. Pilih berdasarkan rekomendasi pembuat mesin, aturan sulfur, dan lama penyimpanan BBM.

BBM kapal yang tepat ditentukan oleh mesin, aturan sulfur di wilayah pelayaran, dan lama BBM disimpan di tangki. Di perairan Indonesia, sebagian besar kapal memakai BBM distilat seperti HSD, MGO, MDO, atau Pertadex, atau VLSFO yang berbasis residu. Kapal kecil dan menengah bermesin putaran tinggi umumnya memakai HSD atau MGO. Kapal besar dengan mesin yang mampu memakai BBM residu sering memakai VLSFO untuk mesin utama dan MGO untuk mesin bantu atau di kawasan kontrol emisi.

Panduan ini menjelaskan setiap jenis BBM, membandingkannya dalam satu tabel, dan merangkum hal yang perlu dicek sebelum memesan bunker.

BBM distilat dan BBM residu

BBM kapal terbagi dalam dua kelompok besar:

  • BBM distilat diolah dari fraksi ringan minyak mentah. Bersih dan encer. Tidak perlu atau hanya sedikit perlu dipanaskan. HSD, MGO, MDO, dan Pertadex termasuk distilat.
  • BBM residu berbasis fraksi berat yang tersisa setelah distilasi. Lebih kental. Biasanya perlu dipanaskan, diendapkan, dan dimurnikan (purifier) di atas kapal. VLSFO dan heavy fuel oil (HFO) termasuk BBM berbasis residu.

Standar internasional untuk BBM kapal adalah ISO 8217. Standar ini mengatur grade untuk kedua kelompok. Grade distilat diawali DM (misalnya DMA dan DMB). Grade residu diawali RM.

HSD (high speed diesel)

HSD adalah solar yang dijual di Indonesia untuk kendaraan, alat berat, genset, dan industri. Untuk kapal dan pengguna industri, produk yang relevan adalah HSD non-subsidi (HSD Non-Sub). Solar bersubsidi diperuntukkan bagi kelompok konsumen tertentu, bukan armada komersial.

HSD di Indonesia umumnya dicampur biodiesel. Kadar campurannya ditulis dengan angka “B”:

Sebutan Arti
B0 Solar minyak bumi murni, tanpa biodiesel
B30 30% biodiesel, 70% solar minyak bumi
B40 40% biodiesel, 60% solar minyak bumi
B50 50% biodiesel, 50% solar minyak bumi

Komponen biodiesel adalah FAME (fatty acid methyl ester) dari minyak nabati seperti minyak sawit. HSD cocok untuk tugboat, crew boat, tongkang dengan genset, dan kapal lain bermesin diesel putaran tinggi. Pastikan pembuat mesin menyetujui kadar B yang dipesan.

MGO (marine gas oil)

MGO adalah BBM distilat khusus kapal yang dibuat sesuai spesifikasi kelautan, umumnya ISO 8217 grade DMA. Jernih, encer, dan mudah ditangani. Tidak perlu dipanaskan. Banyak kapal memakainya untuk mesin bantu, genset, dan boiler. Kapal yang harus memenuhi batas sulfur 0,10% di kawasan kontrol emisi biasanya beralih ke MGO rendah sulfur di sana.

Mengapa “bebas FAME” penting

MGO bebas FAME (FAME-free) tidak mengandung biodiesel. Ada tiga alasan ini penting:

  • Stabilitas penyimpanan. FAME lebih mudah menyerap air dibanding solar minyak bumi. BBM yang disimpan berminggu-minggu di tangki dapat menurun mutunya.
  • Pertumbuhan mikroba. Air dan FAME dapat menjadi makanan bakteri dan jamur (diesel bug). Akibatnya terbentuk lumpur dan lendir di dasar tangki.
  • Filter dan injektor. Lumpur dan BBM yang rusak dapat menyumbat filter dan mengotori injektor.

Karena itu ISO 8217 memberi batas ketat FAME pada grade distilat standarnya (DMA, DMZ, DMB) dan menetapkan grade terpisah untuk distilat yang mengandung FAME. Sebagian pembuat mesin juga menetapkan batas FAME sendiri. Bila kapal menyimpan BBM dalam waktu lama, atau pembuat mesin membatasi FAME, pesan MGO bebas FAME.

Pertadex

Pertadex adalah produk diesel kualitas lebih tinggi dari Pertamina, di atas HSD standar. Operator memilihnya bila menginginkan diesel premium dari perusahaan minyak nasional untuk mesin yang membutuhkan mutu BBM lebih baik. Minta lembar spesifikasi produk terbaru sebelum memesan, dan pastikan ke pembuat mesin bahwa produk ini sesuai.

VLSFO (very low sulphur fuel oil)

Berdasarkan MARPOL Annex VI, batas sulfur global IMO 2020 membatasi kadar sulfur BBM kapal maksimal 0,50% massa di luar kawasan kontrol emisi (Emission Control Area, ECA). Di dalam ECA batasnya 0,10%. Kapal tanpa sistem pembersih gas buang (scrubber) wajib memakai BBM yang memenuhi batas tersebut.

VLSFO adalah BBM yang paling umum dipakai untuk memenuhi batas 0,50%. Umumnya berbasis residu atau campuran komponen residu dan distilat. Perhatikan hal berikut:

  • Biasanya perlu dipanaskan untuk penyimpanan dan transfer, serta dimurnikan sebelum masuk mesin.
  • Sifatnya dapat berbeda antar-batch dan antarpemasok.
  • Mencampur dua batch VLSFO berbeda dalam satu tangki dapat menimbulkan masalah kompatibilitas, misalnya terbentuk lumpur. Pisahkan pengiriman baru bila memungkinkan.

VLSFO cocok untuk kapal besar dengan mesin dan sistem BBM yang dirancang untuk BBM residu, seperti bulk carrier, tanker, dan kapal kontainer.

MDO (marine diesel oil)

MDO adalah BBM distilat kapal yang lebih berat, umumnya ISO 8217 grade DMB. Dapat mengandung sedikit komponen residu. Kekentalannya di antara MGO dan BBM residu. Sebagian mesin putaran menengah atau mesin lama memakainya.

Tabel perbandingan

BBM Kategori Pengguna umum Catatan
HSD Non-Sub (B0–B50) Distilat Tugboat, crew boat, kapal kecil, genset, alat berat Kadar biodiesel ditunjukkan angka B; cek persetujuan mesin
MGO (bebas FAME) Distilat Mesin bantu, genset, kapal di ECA, kapal dengan penyimpanan BBM lama Tanpa biodiesel; tidak perlu dipanaskan; stabil disimpan
Pertadex Distilat Mesin yang membutuhkan diesel kualitas lebih tinggi Diesel premium Pertamina; minta lembar spesifikasi terbaru
MDO Distilat (lebih berat) Sebagian mesin putaran menengah dan mesin lama Dapat mengandung sedikit residu
VLSFO Berbasis residu Bulk carrier, tanker, kapal kontainer bermesin BBM residu Sulfur maks. 0,50%; perlu pemanasan dan purifier; perhatikan kompatibilitas batch

Cara memilih BBM kapal

  1. Ikuti pembuat mesin. Manual mesin mencantumkan grade BBM yang disetujui, rentang kekentalan, dan batas FAME. Ini aturan pertama.
  2. Cek aturan sulfur. Di luar ECA, sulfur BBM maksimal 0,50% kecuali kapal memiliki scrubber yang disetujui. Di dalam ECA batasnya 0,10%. Ikuti juga aturan pelabuhan setempat.
  3. Pertimbangkan penyimpanan. Bila BBM akan lama di tangki, distilat bebas FAME lebih aman. Buang air dari tangki secara rutin.
  4. Cek sistem BBM. BBM berbasis residu membutuhkan pemanas tangki dan purifier. Tanpa itu, tetap gunakan distilat.
  5. Hindari pencampuran. Jangan mencampur jenis atau batch BBM berbeda dalam satu tangki kecuali kompatibilitasnya sudah dipastikan.
  6. Simpan dokumen. Sesuai MARPOL Annex VI, setiap pengiriman bunker disertai bunker delivery note (BDN) dan sampel BBM representatif. Simpan keduanya di kapal.

Metode bunkering

Ada tiga cara umum mengirim BBM ke kapal:

  • Ship-to-ship (STS): kapal bunker atau tanker merapat dan mentransfer BBM. Umum di area labuh (anchorage), sehingga kapal tidak perlu sandar di dermaga.
  • Port bunkering: BBM dikirim di sisi terminal, jetty, atau fasilitas pengisian yang ditetapkan.
  • Dukungan bunkering offshore: BBM dikirim ke kapal atau unit di lapangan migas, proyek konstruksi lepas pantai, atau lokasi terpencil.

Metode yang tepat bergantung pada lokasi kapal, jadwal, jumlah BBM, dan aturan pelabuhan atau lapangan.

Data yang dibutuhkan untuk permintaan bunker

Sertakan data berikut pada setiap permintaan bunker. Data lengkap membantu pemasok memastikan ketersediaan dan merencanakan pengiriman lebih cepat:

Data Contoh
Nama kapal Nama sesuai registrasi
Nomor IMO Nomor IMO 7 digit, bila kapal memilikinya
Lokasi Pelabuhan dan dermaga, area labuh, atau posisi offshore
ETA / tanggal dibutuhkan Tanggal dan jam tiba, atau tanggal BBM dibutuhkan
Jenis BBM HSD (dengan kadar B), MGO, Pertadex, VLSFO, atau MDO
Jumlah Dalam liter, kiloliter, atau metrik ton
Metode pengiriman STS, pelabuhan, atau offshore
Persyaratan lain Spesifikasi, sampling, atau dokumen yang diminta operator

Bagaimana Avenix Basuja Marine dapat membantu

Avenix Basuja Marine (BSJ) adalah lini marine PT Avenix Ventura Indonesia yang berbasis di Batam dengan jaringan di Jakarta dan Surabaya. BSJ mengatur suplai BBM kapal berupa HSD non-subsidi (B0–B50), MGO bebas FAME, Pertadex, dan VLSFO. MDO dan pelumas kapal tersedia atas permintaan. Metode pengiriman: ship-to-ship, port bunkering, dan dukungan bunkering offshore.

Lihat detailnya di halaman layanan bunkering, atau kirim nama kapal, lokasi, ETA, jenis BBM, dan jumlah melalui formulir permintaan bunker. Formulir akan membuka pesan terformat di WhatsApp untuk tim BSJ.

Kontak sales

Sales Avenix

Sales Batam · konstruksi & proyek

0823-7959-4916

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan

Tidak menemukan jawaban? Hubungi tim kami. Kami balas di hari kerja yang sama.

Apa beda HSD dan MGO?

Keduanya BBM diesel jenis distilat. HSD (high speed diesel) adalah solar yang dijual di Indonesia untuk kendaraan, alat berat, dan industri, biasanya dicampur biodiesel (FAME) dengan kadar tertentu seperti B30 atau B40. MGO (marine gas oil) adalah distilat yang dibuat sesuai spesifikasi BBM kapal seperti ISO 8217. MGO bebas FAME tidak mengandung biodiesel, penting untuk penyimpanan lama dan untuk mesin yang pembuatnya membatasi FAME.

Apa arti B0, B30, dan B40 pada solar?

Angkanya adalah persentase biodiesel (FAME, fatty acid methyl ester) dalam campuran. B0 adalah solar murni tanpa biodiesel. B30 berisi 30% biodiesel dan 70% solar minyak bumi. B40 berisi 40%, dan seterusnya hingga B50.

Apa itu VLSFO?

VLSFO (very low sulphur fuel oil) adalah BBM kapal dengan kadar sulfur maksimal 0,50% massa. BBM ini menjadi umum sejak batas sulfur global IMO 2020 berlaku. Sebagian besar VLSFO berbasis residu atau campuran residu dan distilat, sehingga biasanya perlu dipanaskan dan diolah di atas kapal.

Mengapa BBM bebas FAME penting untuk kapal?

FAME lebih mudah menyerap air dibanding solar minyak bumi. Di tangki yang menyimpan BBM dalam waktu lama, hal ini dapat memicu pertumbuhan mikroba, membentuk lumpur (sludge), dan menyumbat filter. Karena itu ISO 8217 membatasi FAME pada grade distilat standarnya. Sebagian pembuat mesin juga menetapkan batas FAME sendiri.

Data apa yang dibutuhkan untuk permintaan bunker?

Nama kapal dan nomor IMO, lokasi pengiriman (pelabuhan, area labuh, atau posisi offshore), ETA atau tanggal dibutuhkan, jenis dan grade BBM, serta jumlah. Tambahkan metode pengiriman yang diinginkan dan persyaratan spesifikasi atau sampling dari operator.

Butuh penawaran cepat?

Kirim daftar kebutuhan Anda (material, APD, perkakas, atau proyek). Tim Batam & Bintan kami merespons di hari kerja yang sama.

Atau lihat semua kontak

RFQ

Daftar Penawaran

Daftar masih kosong

Tambahkan produk dari katalog, lalu kirim satu permintaan penawaran untuk semuanya.

Harga & ketersediaan dikonfirmasi tim kami di hari kerja yang sama.

Lanjut ke formulir penawaran