Lewati ke konten
charter kapalsewa kapaltug and bargeSPOBtime chartervoyage charter

Jenis Charter Kapal: Time, Voyage, Bareboat & Cara Memilih

Panduan charter kapal: beda time, voyage, bareboat, spot, berbasis proyek, dan kontrak jangka panjang, plus kapan memakai tugboat, tug & barge, SPOB, kapal curah.

Tim Avenix
· 6 menit baca

Tugboat menarik tongkang di perairan tenang (ilustrasi)Ilustrasi

Ringkasan

Pilih jenis charter berdasarkan siapa yang ingin mengatur kapal dan menanggung biaya. Time charter: kapal dan kru dari pemilik, penyewa mengatur pemakaian dan membayar BBM serta biaya pelabuhan. Voyage charter: penyewa membayar ongkos angkut per perjalanan, pemilik menanggung biaya operasi. Bareboat charter: penyewa mengambil alih kapal tanpa kru dan menanggung hampir semua biaya. Spot, berbasis proyek, dan kontrak jangka panjang adalah pengaturan komersial di atas bentuk-bentuk dasar ini.

Jenis charter kapal ditentukan oleh dua hal: siapa yang mengatur kapal, dan siapa yang menanggung biaya operasinya. Pada time charter, penyewa memakai kapal beserta kru untuk jangka waktu tertentu. Pada voyage charter, penyewa membayar ongkos angkut untuk satu perjalanan. Pada bareboat charter, penyewa mengambil alih kapal tanpa kru. Spot, berbasis proyek, dan kontrak jangka panjang adalah pengaturan komersial yang dibangun di atas bentuk-bentuk dasar ini.

Panduan ini ditulis untuk pemilik proyek, perusahaan logistik, dan operator offshore. Isinya: penjelasan tiap jenis charter, tabel perbandingan, jenis kapal yang umum disewa di perairan Indonesia, dan daftar data yang perlu disiapkan sebelum meminta penawaran.

Istilah dasar

  • Pemilik kapal (owner): pihak yang memiliki atau menguasai kapal dan menyewakannya.
  • Penyewa (charterer): pihak yang menyewa kapal.
  • Charter party: kontrak charter antara pemilik dan penyewa.
  • Hire: uang sewa kapal per hari atau per periode (time dan bareboat charter).
  • Freight: ongkos angkut per ton atau lumsum untuk satu perjalanan (voyage charter).
  • Laycan: rentang tanggal kapal harus siap di pelabuhan muat.
  • Laytime dan demurrage: waktu yang diizinkan untuk bongkar muat, dan kompensasi bila waktu itu terlampaui.

Time charter

Kapal disewa untuk jangka waktu tertentu, misalnya beberapa minggu atau bulan.

  • Kru: disediakan pemilik kapal.
  • Biaya: pemilik menanggung biaya kapal dan kru. Penyewa umumnya membayar BBM, biaya pelabuhan, dan biaya yang terkait dengan muatan.
  • Pembayaran: hire per hari atau per periode, biasanya dibayar di muka sesuai kontrak.
  • Kendali: penyewa mengatur ke mana kapal pergi dan apa yang diangkut, dalam batas kontrak.
  • Pemakaian umum: kebutuhan kapal berulang dalam satu periode, misalnya tugboat untuk dukungan proyek atau pengangkutan rutin.

Kontrak time charter biasanya memuat klausul off-hire. Bila kapal tidak dapat bekerja karena kerusakan atau kekurangan kru dari pihak pemilik, hire dapat terhenti untuk waktu tersebut.

Voyage charter

Kapal disewa untuk satu perjalanan dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar.

  • Kru: disediakan pemilik kapal.
  • Biaya: pemilik umumnya menanggung BBM, biaya kapal, dan biaya pelabuhan. Pembagian biaya bongkar muat mengikuti ketentuan kontrak.
  • Pembayaran: freight per ton muatan atau lumsum.
  • Waktu: laytime disepakati di kontrak. Bila terlampaui, penyewa membayar demurrage.
  • Pemakaian umum: pengiriman muatan sekali jalan, misalnya material proyek atau muatan curah.

Voyage charter cocok bila Anda hanya ingin muatan sampai, tanpa mengatur operasi kapal.

Bareboat (demise) charter

Kapal disewa tanpa kru. Penyewa mengambil alih penguasaan dan operasi kapal selama masa sewa.

  • Kru: disediakan penyewa.
  • Biaya: penyewa menanggung hampir semua biaya operasi, termasuk BBM, perawatan, dan biaya pelabuhan. Pembagian asuransi dan perbaikan besar mengikuti kontrak.
  • Pembayaran: hire per periode.
  • Pemakaian umum: perusahaan pelayaran atau operator yang sudah punya kru, manajemen teknis, dan izin untuk mengoperasikan kapal.

Bareboat charter memberi kendali paling besar, tetapi juga tanggung jawab paling besar.

Spot charter

Spot charter bukan bentuk hukum tersendiri. Istilah ini dipakai untuk charter jangka pendek dengan pemesanan mendadak, berdasarkan ketersediaan kapal dan kondisi pasar saat itu. Bentuk kontraknya biasanya voyage charter atau time charter singkat. Cocok untuk kebutuhan mendesak atau muatan sekali kirim.

Charter berbasis proyek

Kapal disiapkan untuk lingkup dan durasi satu proyek, misalnya konstruksi kelautan, pekerjaan offshore, atau mobilisasi alat. Bentuk kontraknya sering time charter selama masa proyek, kadang dengan beberapa kapal sekaligus. Spesifikasi kapal, rute, dan jadwal disesuaikan dengan rencana kerja proyek.

Kontrak jangka panjang

Untuk kebutuhan yang berulang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, charter dapat dibuat sebagai kontrak jangka panjang. Bentuk yang umum:

  • Period time charter: satu kapal tertentu disewa dengan sistem time charter untuk periode panjang.
  • Contract of affreightment (COA): pemilik kapal berkomitmen mengangkut jumlah muatan tertentu dalam beberapa pengapalan selama periode yang disepakati. Pemilik memilih kapal yang dipakai, dan freight dibayar per ton. COA mengikat volume muatan, bukan satu kapal tertentu.

Kontrak jangka panjang membantu kepastian ketersediaan kapal dan perencanaan biaya.

Tabel perbandingan

Jenis Kru BBM & biaya pelabuhan Pembayaran Pemakaian umum
Time charter Pemilik Penyewa Hire per hari/periode Kebutuhan berulang dalam satu periode
Voyage charter Pemilik Pemilik (umumnya) Freight per ton/lumsum Satu perjalanan muatan
Bareboat charter Penyewa Penyewa Hire per periode Penyewa yang mampu mengoperasikan kapal
Spot charter Pemilik Sesuai bentuk kontrak Sesuai bentuk kontrak Kebutuhan mendesak, sekali kirim
Berbasis proyek Umumnya pemilik Sesuai kontrak Umumnya hire Konstruksi kelautan, offshore, mobilisasi alat
Kontrak jangka panjang Umumnya pemilik Sesuai bentuk kontrak Hire atau freight per ton Volume rutin berbulan-bulan

Pembagian biaya pada tabel adalah pola umum. Ketentuan yang berlaku selalu yang tertulis di charter party.

Jenis kapal yang umum disewa di perairan Indonesia

Untuk angkutan laut domestik antarpelabuhan di Indonesia, berlaku asas cabotage: pada umumnya wajib memakai kapal berbendera Indonesia. Pastikan hal ini sejak awal perencanaan.

Tugboat

Kapal kecil bermesin kuat untuk menarik dan mendorong. Dipakai untuk menarik tongkang, membantu kapal sandar, memindahkan struktur terapung, dan mendukung pekerjaan konstruksi kelautan. Biasanya disewa dengan time charter atau charter berbasis proyek.

Set tug & barge

Tongkang tanpa mesin yang ditarik tugboat. Geladaknya luas dan rata. Cocok untuk muatan curah kering seperti batu bara, pasir, batu, dan agregat, serta alat berat dan muatan proyek. Fleksibel untuk perairan dangkal dan lokasi tanpa dermaga besar. Dapat disewa per perjalanan (voyage) maupun per periode.

SPOB (self-propelled oil barge)

Tongkang bermesin sendiri dengan tangki muatan untuk BBM. Dipakai untuk distribusi BBM ke kapal, depo di pulau, lokasi tambang, atau proyek di pesisir. Karena memuat bahan bakar, perhatikan jenis BBM, volume, dan prosedur keselamatan transfer.

Kapal curah (bulk vessel)

Kapal bermesin dengan palka untuk muatan curah dalam jumlah besar. Cocok untuk pengiriman volume besar antarpelabuhan dengan fasilitas bongkar muat yang memadai. Umumnya disewa dengan voyage charter atau kontrak jangka panjang.

Kebutuhan Kapal yang umum dipakai
Menarik, menyandarkan, memosisikan Tugboat
Batu bara, agregat, alat berat, muatan proyek Set tug & barge
Distribusi BBM SPOB
Muatan curah volume besar antarpelabuhan Kapal curah

Checklist sebelum meminta charter

Siapkan data berikut agar penawaran cepat dan akurat:

  1. Muatan: jenis (curah, BBM, alat berat, material), jumlah atau berat, dan dimensi bila muatan proyek.
  2. Rute dan pelabuhan: pelabuhan atau lokasi muat dan bongkar, termasuk anchorage atau lokasi offshore.
  3. Laycan atau tanggal: rentang tanggal kapal harus siap.
  4. Durasi: satu perjalanan, beberapa minggu, atau periode proyek.
  5. Jenis charter yang diinginkan: time, voyage, bareboat, spot, berbasis proyek, atau jangka panjang. Bila belum yakin, jelaskan kebutuhannya.
  6. Kebutuhan khusus: kedalaman air di lokasi, fasilitas bongkar muat, pengamanan muatan, atau kebutuhan dukungan offshore.
  7. Dokumen: data perusahaan, dokumen muatan, dan izin atau persyaratan proyek yang berlaku.

Bagaimana BSJ membantu

Avenix Basuja Marine (BSJ) mengatur sewa dan charter kapal melalui jaringan pemilik kapal, operator, dan mitra maritim. Jenis kapal yang dapat diatur: tugboat, tongkang atau set tug & barge, kapal curah, dan SPOB. Opsi charter: time, voyage, bareboat, spot, berbasis proyek, dan kontrak jangka panjang.

BSJ berbasis di Batam, dengan jaringan di Jakarta dan Surabaya. Kirim kebutuhan Anda lewat formulir permintaan charter. Pesan terformat langsung terbuka di WhatsApp.

Kontak sales

Sales Avenix

Sales Batam · konstruksi & proyek

0823-7959-4916

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan

Tidak menemukan jawaban? Hubungi tim kami. Kami balas di hari kerja yang sama.

Apa beda time charter dan voyage charter?

Pada time charter, kapal disewa untuk jangka waktu tertentu dengan sewa (hire) per hari atau per periode. Penyewa mengatur pemakaian kapal dan biasanya membayar BBM serta biaya pelabuhan. Pada voyage charter, kapal disewa untuk satu perjalanan antara pelabuhan tertentu dengan ongkos angkut (freight) per ton atau lumsum, dan pemilik kapal menanggung biaya operasi perjalanan.

Apa itu bareboat charter?

Bareboat atau demise charter adalah sewa kapal tanpa kru. Penyewa mengambil alih penguasaan dan operasi kapal, menyediakan kru sendiri, dan menanggung biaya operasi seperti BBM, perawatan, dan biaya pelabuhan selama masa sewa. Bentuk ini cocok untuk perusahaan yang sudah punya kemampuan operasi kapal.

Apa itu laycan dalam charter kapal?

Laycan (laydays/cancelling) adalah rentang tanggal paling awal dan paling akhir kapal harus siap di pelabuhan muat. Bila kapal tiba sebelum rentang itu, penyewa umumnya tidak wajib mulai memuat. Bila kapal terlambat melewati batas akhir, penyewa umumnya berhak membatalkan charter sesuai ketentuan kontrak.

Kapan memakai tug & barge dan kapan memakai SPOB?

Tug & barge (tongkang yang ditarik tugboat) umum dipakai untuk muatan curah kering, material, dan alat berat. SPOB (self-propelled oil barge) adalah tongkang bermesin dengan tangki muatan, dipakai untuk distribusi BBM ke kapal, depo, atau lokasi proyek.

Apakah BSJ memiliki armada kapal sendiri?

BSJ mengatur charter melalui jaringan pemilik kapal, operator, dan mitra maritim. Jenis kapal yang dapat diatur: tugboat, tongkang atau set tug & barge, kapal curah, dan SPOB, dengan opsi time, voyage, bareboat, spot, berbasis proyek, dan kontrak jangka panjang.

Butuh penawaran cepat?

Kirim daftar kebutuhan Anda (material, APD, perkakas, atau proyek). Tim Batam & Bintan kami merespons di hari kerja yang sama.

Atau lihat semua kontak

RFQ

Daftar Penawaran

Daftar masih kosong

Tambahkan produk dari katalog, lalu kirim satu permintaan penawaran untuk semuanya.

Harga & ketersediaan dikonfirmasi tim kami di hari kerja yang sama.

Lanjut ke formulir penawaran